
Kampung Batik Kembang Turi terletak di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur, dan didirikan pada 2018 sebagai inisiatif pemerintah daerah untuk melestarikan tradisi batik serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Kawasan ini bukan hanya permukiman, melainkan pusat edukasi, wisata, dan produksi batik yang diwariskan turun-temurun oleh keluarga pengrajin.
Kampung ini lahir dari program Pemerintah Kota Blitar untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan batik dari Asosiasi Batik Blitar Asli (ABABIL) dan dinas terkait. Diluncurkan secara resmi oleh Wakil Walikota Blitar pada 2020, kampung ini berkembang pesat menjadi destinasi wisata yang menarik pengunjung untuk belajar dan berbelanja. Hingga kini, ia terus berkembang sebagai ikon budaya Blitar dengan fokus pada pelestarian seni tradisional.
Batik Kembang Turi memiliki 17 motif utama dengan ciri khas bunga turi yang dikombinasikan dengan elemen ikonik Blitar seperti ikan koi, gendang, makam Bung Karno, dan teratai. Warna cerah seperti merah, hijau, dan hitam mendominasi, menciptakan tampilan mencolok yang membedakannya dari batik lain. Filosofi motif ini mencerminkan identitas lokal, dengan salah satu motif unggulan bernama Batik Turi Kuncup.
Pengrajin menggunakan teknik batik tulis, cap, dan remekan, dengan pewarnaan sintetis atau alam melalui metode colet dan square repeat yang sederhana. Proses ini dipelajari melalui pelatihan pemerintah, melibatkan lansia yang berperan penting dalam transmisi pengetahuan. Hasilnya adalah produk kain berkualitas yang dijual langsung di kampung, mendukung ekonomi kreatif setempat.


